Tips Membeli Charger Android Yang baik Dan Bagus

Terdapat beberapa Tips Membeli Charger Android dengan kualitas baik dan bagus. Hal ini tentu harus menjadi perhatian khusus sehingga nantinya tidak menyebabkan ponsel cepat rusak, baterai lowbat (tekor/drop), serta hal-hal lain yang mungkin muncul secara tidak terduga.

Nah dalam hal ini ada beberapa hal sederhana serta bisa digunakan untuk bisa memperoleh charger ponsel dengan kualitas yang sama dengan aslinya. Maka dari itu, akan lebih baik jika menyimak rincian artikel ini hingga selesai.

Mengutip dari beberapa sumber, ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari rusaknya baterai. Tidak hanya dari segi usia ponsel saja, melainkan kabel serta daya pengisian dari charger juga ikut andil dalam masalah tersebut. Supaya masih tersebut tidak terjadi, mungkin tips dibawah ini akan menjawab semua pertanyaan yang ingin diketahui. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan sebelum membeli charger :

  1. Cek besaran Voltase

Voltase atau tegangan dari lsitrik output (keluar) bisa dilihat pada bagian adaptor charger. Sebab terdapat keterangan lebih rinci pada bagian luar casing charger tersebut. Dari standar Indonesia, PLN menerapkan tegangan 220 V. Jika membeli charger dengan kapasitas 100V-240V, maka sudah bisa digunakan pada tegangan listrik 220V. Sedangkan tips disini ialah dengan melihat output, cek pada pada casing charger asli dan belilah charger dengan voltase output yang sama atau lebih rendah.

Dalam hal ini voltase output yang lebih tinggi dari charger original akan membuat baterai cepat panas, cepat lemah, atau bahkan lebih cepat mengalami kerusakan. Jadi sebagai tips lanjutan dalam memilih voltase, akan lebih baik memilih yang sama atau lebih kecil.

  1. Membeli Produk Dari Merk Lebih Baik

Banyak orang yang tidak berpikir bahwa pemilihan charger yang salah bisa mengakibatkan kerusakan baterai. Dalam hal ini orang Indonesia lebih gemar dengan barang murah. Sehingga kualitas yang diperoleh pun mungkin dibawah standar. Jadi jangan tergoda dengan harga bawah namun bisa berdampak buruk bagi ponsel. Intinya, lebih baik membeli produk charger lebih mahal serta dengan kualitas yang sudah diakui oleh banyak pengguna. Jangan lupa untuk menanyakan terlebih dahulu pada penjual agar memperoleh charger yang lebih sesuai.

  1. Melakukan Pengecekan Frekuensi

Secara tidak sadar, frekuensi pada adaptor juga sangat perlu diperhatikan. Umumnya frekuensi ini bisa dilihat pada samping keterangan voltase. Disini PLN Indonesia bekerja pada frekuensi 50Hz, jadi sudah seharusnya jika charger yang dibeli berada pada frekuensi antara 50 hingga 50 Hz.

Kunjungi Servis Senter

Jika dijelaskan secara singkat, akan lebih mudah jika pengguna mengunjungi servis senter dari produk terkait. Sehingga tidak perlu ribet untuk mencari charger yang cocok. Pasalnya disini pengguna akan disajikan dengan produk asli dan tentunya sesuai dengan ponsel yang digunakan.

LEAVE A REPLY